Category Archives: Wisata Kota

Why Macau?

Standard

Mendengar kata “Macau”, yang sudah pasti terlintas adalah tempat judi, karena dari kecil kalau orang tua atau teman bercerita mau jalan jalan ke sana, selalu bilang sekalian mengadu nasib.

Macau sekarang tetap menjadi salah satu pilihan orang datang untuk “mengadu nasib”, tetapi tidak hanya itu, karena dengan posisi sebagai Pusat Dunia Pariwisata dan Kenyamanan, sudah jelas banyak yang bisa kita lihat jika berkunjung di sana. Karena belum pernah ke sana dan ingin melihat secara langsung, jika ada kesempatan, Maka saya membaca literatur tentang Macau.

Setelah mencari tahu lebih jauh, justru semakin penasaran. Keragaman dari tempat kunjungan wisata di Macau, memberikan keunikan tersendiri, seperti Warisan Budaya Dunia yang terdiri dari 20 monumen kuno dan alun2 perkotaan, salah satu yang paling terkenal dan orang banyak mengambil foto di sana adalah Ruins of St. Pauls. Buat yang suka wisata Museum, layak juga berkunjung ke sini, begithu juga untuk wisata religi merupakan salah satu keunggulan nya. Satu bangunan yang cukup dikenal adalah Macau Tower, masih belum bisa aku bayangkan seandainya berada di ketinggian 338 m, yang sudah pasti aku bakal bisa melihat seluruh kota Macau ya….

Beberapa pusat perbelanjaan dengan bangunan yang spektakuler bisa kita temukan di sini. Macau juga menyajikan wisata kuliner yang menjanjikan, merupakan gabungan khas Portugis dan China, beberapa makanan yang disarankan untuk dicoba adalah Ayam Afrika dan Udang Chilli Macau, dan beberapa teman juga bilang kalau ke sana belum makan Pie atau Tart Telur Ala Portugis itu salah besar.

Semakin lama menulis cerita tentang Macau, justru aku sendiri bisa menemukan jawaban dari judul “Why Macau”, Jawaban pastinya adalah please give me ….Trip To Macau

images

Advertisements

Purwokerto

Standard

Kurang lebih udah empat hari aku menginjakkan kakiku di satu kota di Jawa Tengah yang namanya Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Yang selalu aku dengar sebelum berangkat mengenai kota ini adalah mendoan dan gethuk goreng, yang menjadi makanan khas Banyumas.

Begitu di explore lebih dalam, ternyata Purwokerto ok juga, bukan seperti bayangan awal yang ada di pikiran aku, hanya sebuah kota yang sepi dan tidak ada apa2. Kenyataan nya banyak tempat kuliner dan nongkrong di sini. Jika ditanya apa tempat wisata di Purwokerto, pasti orang akan cepat menjawab adalah : Baturaden.

Singapore via Batam

Standard

Hai…alo semua. Kebetulan ada kerjaan di Batam, jadi saat week end aku manfaatin buat jalan2 ke Singapore via Batam. Dan ini baru pertama kali aku lakuin karena biasanya menggunakan tiket promo dari Jakarta langsung.
So…lets go, ikuti perjalanan aku kali ini dengan hanya menginap 2 malam beberapa spot gratis di Singapore bisa aku kunjungi hehe…alias irit dot com.
Buat kalian yang memang berniat ke Singapore melalui Batam, saran aku sebaiknya menginap di Hotel Harris Batam Center, dengan harga Rp. 450.000,- permalam sudah termasuk breakfast, lokasinya sangat strategis karena di samping pelabuhan Batam Center dan di seberang jalan ada Mal yang memudahkan kita untuk mencari makanan.

Hotel Harris Batam Center

image

Sekedar informasi buat semua, melalui Pelabuhan Batam Center banyak pilihan kapal ferry yang bisa membawa kita ke Pelabuhan Harbour Front Singapore, dengan harga yang hampir sama satu dengan yang lain nya, untuk tiket PP kapal ferry aku mengeluarkan uang sebesar Rp. 390.000,- Perjalanan dengan menggunakan kapal ferry dari Batam ke Singapore memerlukan waktu kurang lebih 1 jam.
Okay…sekarang aku siap untuk memanfaatkan week end di Singapore, berhubung aku baru bisa berangkat pukul 1 siang dari Batam, maka sekitar pukul 3 lebih aku sampai di Singapore. Pelabuhan Harbour Front berada pada lokasi yang sama dengan Mal Vivo City dan merupakan link untuk menuju Sentosa Island.

In Vivo City Mal

image

Jadi begithu sampai, aku langsung menyempatkan makan di Food Court Food Republic yang ada di lantai paling atas dari Mal ini…puas mencicipi makanan khas Singapore, segera aku melanjutkan jalan2 aku ke arah Sentosa Island, berhubunga waktu yang terbatas maka aku tidak mampir lagi ke Universal Studio, melainkan langsung menuju pantai yang ada di Sentosa Island.

Palawan Beach

image

Siloso Beach

image

Setelah puas bermain di pantai…dan hari mulai gelap, maka aku segera bergegas meninggalkan Sentosa Island untuk melakukan check ini di hotel. Sebenarnya banyak pilihan hotel di sini, dan tergantung dari kemampuan kita, tapi dengan mencari hotel yang seharga Rp. 850.000,- kita sudah dapat menikmati kamar hotel yang bersih meskipun dari sisi ukuran boleh dibilang sangat kecil. Aku memilih lokasi hotel di area Bugis, karena dengan pertimbangan area ini cukup ramai dan harga hotelnya tidak semahal Orchard Road.

Hotel V Lavender Bugis

image

Beres urusan check in hotel, aku nggak langsung tidur…tapi lanjut jalan ke Bugis Market yang masih buka sampai pukul 10.30 malam, pilihan menu yang aku pengen adalah Ajisen Ramen, di mana meskipun di Indonesia sudah ada cabangnya, tapi buat yang ke Singapore boleh deh dicoba dan rasakan beda nya hehe…buat kalian yang masih pengen nongkrong, masih ada Starbucks dan Mc Donald yang buka 24 jam di sini, atau yang pengen merasakan susu kedele bisa jalan kaki menuju Albert Street di mana ada kedai yang buka sampai pukul 1 dini hari.
Berhubung udah jalan seharian…aku memutuskan untuk balik hotel dan menikmati waktu istirahat…zzzzzz