Category Archives: Uncategorized

www.kopertraveler.blogspot.com

Standard

Alooo temen temen traveler….

ke depan nya aku akan posting tulisan aku di blogger ya, semua cerita yg ada di sini juga udah aku pindahin ke blogger

website nya: http://www.kopertraveler.blogspot.com

mau follow follow an di twitter boleh juga: @KoperTraveler

atau ngintip2 foto aku di instagram : kopertraveler.blogspot

facebook fotonya juga lengkap: kopertraveler1970

yukkkkk kita share apa saja tentang perjalanan or jalan2

thx ya pren….wpid-20130819_161548.JPG

Advertisements

Matak Airport ( Conoco Phillips )

Standard

Kesempatan kedua aku dapat, untuk bisa berkunjung lagi ke Anambas, tapi kali ini berbeda dengan saat pertama kali ke sini. Perbedaan nya dari sisi transportasi, kunjungan pertama harus naik kapal ferry selama 10 jam dari Tanjung Pinang tapi langsung turun di kota tujuan yaitu Tarempa, sedangkan yang sekarang dengan menggunakan pesawat Nusantara Air, notabene hanya 55 menit di udara. Tapi waktu yang sebenarnya terjadi adalah kurang lebih 4,5 jam dari Tanjung Pinang ke Tarempa.

image

Kenapa bisa memakan waktu selama itu, coba aku beri gambaran saja. Pesawat dari Tanjung Pinang schedule 14.20, start pukul 13.00 aku sudah berangkat menuju bandara, mengikuti aturan yang sudah lazim, kalau kita mau naik pesawat, satu jam sebelum nya sudah harus melakukan proses check in dan menunggu boarding.

image

Kali ini pesawat tanpa delay alias tepat waktu. Nusantara Air membawa aku terbang dengan tujuan Palmatak, dimana aku harus mendarat dulu di Matak Airport, di mana bandara ini milik perusahaan minyak Conoco Phillips.

image

Dari bandara, setelah melalui proses pegambilan bagasi aku harus naik mobil ke pelabuhan dengan membayar sebesar Rp. 50.000 untuk waktu tempuh sekitar 15 menit tanpa macet, termasuk mahal. Tapi kalau jalan kaki juga nggak mungkin.

image

Sampai di pelabuhan, sudah banyak kapal ferry yang menawarkan kepada kita menuju kecamatan Tarempa. Dengan tarif per orang sama dengan tarif mobil tadi, tapi untuk yang ini lebih masuk akal. Karena dari pelabuhan Matak sampai tempat tujuan makan waktu 45 menit dan melewati laut lepas meskipun samping kiri kanan nya masih banyak pulau. Dan tepat pukul 17.30, aku sampai di Kecamatan Tarempa.

image

Oiya untuk tiket pesawat sekali jalan dipatok seharga Rp. 1.200.000,- untuk sekali jalan.

Ekspedisi Sumba

Standard

20140720-014435-6275454.jpg

Bergabung dengan twitter baru aku lakukan kira kira sebulan yang lalu dikarenakan aku ikut serta dalam sebuah kompetisi yang berhadiah jalan jalan. Memang aku tidak menang sama sekali, tapi dari situ aku mulai merasa nyaman dengan menggunakan twitter di kala senggang. Sampai sekitar minggu lalu, tanpa sengaja melihat brosur seperti gambar di atas dan yang aku bayangkan adalah promo tour ke Sumba, ada diskon biaya perjalanan nya atau apapun itu. Dan ketertarikan aku akan Sumba karena pada saat tugas kantor ke Kupang, ada brosur tentang tempat wisata di sana.

Sampailah hari ini, 19 Juli 2014. Dimana acara yang berlangsung pukul 15.30 di Blitzmegaplex, Grand Indonesia. Sebelumnya aku sudah melakukan registrasi melalui handphone. Berangkat pukul 14.45 dari FX Mal, yang kalau nggak macet cuma sekitar 15 menit sudah sampai, ternyata di luar dugaan karena jalanan tidak bersahabat, alhasil aku baru sampai tempat acara 16.30. Terlambat satu jam dari jadwal dan teman2 aku sudah sampai duluan. Sebelum masuk ke gedung audi 6, aku sempatkan foto di booth pameran.

Selesai narsis, aku dan teman teman seger masuk ke dalam, dan aku mendapatkan duduk baris ketiga dari depan karena bagian belakang sudah penuh, dan sedikit menggerutu aku bilang : dapat duduk depan begini bakalan kepala capek kalau harus liat pemutaran video, tapi ternyata tinggal penjelasan dan sesi sharing session. Dari sini aku baru sadar bahwa datang ke acara ini bukan untuk melihat paket wisata atau ada promo diskon tour untuk ke Sumba, tapi acara ini adalah ajang kompetisi buat teman teman yang suka travelling dan mau melakukan “sesuatu” untuk Sumba Iconic Island, 100 %Renewable Energi. Tapi hal ini justru membuat aku semakin tertarik dan berharap bisa terpilih menjadi salah satu kandidat nya, tapi awalnya rada ciut juga karena aku harus meng upload sebuah foto ke website dari penyelenggara (Hivos) dan dari seluruh peserta akan dipilih 10 kandidat yang memenuhi kriteria, diwawancara i di jakarta dan akan dicari 4 pemenang buat berangkat ke Sumba.

Ada sesi yang menarik dan menjadikan inspirasi buat aku adalah saat presentasi dari salah satu pemenang ekspedisi tahun lalu yaitu Sheila, gadis muda tapi penuh percaya diri menceritakan pengalaman tahun lalu saat di Sumba. Harapan ku untuk ikut dan memenangkan kompetisi nya semakin besar.

Mendekati jam buka puasa, acara akan seger ditutup dengan games berhadiah dengan cara menjawab pertanyaan dan yang mengejutkan dari semua yang hadir diberi kejutan dengan adanya satu Golden Ticket buat menuju 10 besar, MC memberi aba aba kepada semua peserta untuk berdiri dan setelah itu mencari barang yang ada di bawah kursi, ternyata ada miniatur pesawat lucu di bawah kursi aku, dan ternyata itu adalah symbol dari peserta yang berhak mendapat Golden Ticket. Serasa nggak percaya aku mendapatkan kesempatan ini, tapi yang pasti aku happy banget.

So…mohon bantuan doanya, semoga dengan mendapat kemudahan di golden ticket ini, aku bisa lolos menjadi 4 besar

20140720-021546-8146487.jpg

Thx God buat kesempatan nya…

Backpacker

Standard

Lama nggak nulis dan sebenarnya saat aku buka blog kali ini, karena persiapan mau menulis tentang perjalanan aku ke Cambodia. Tapi ada sesuatu yang ingin sedikit aku share aku tuangkan di sini.

Berhubung perjalanan ke Kamboja di luar rencana dan hanya memenuhi keinginan aku untuk jalan2, jadi yg terpikir adalah aku mencari tiket yang paling murah, sehingga untuk mencapai kota Phnom Pen, aku harus naik kereta dari jakarta ke bandung, trus naik pesawat dari bandung ke singapore, dan bahkan harus transit sehari di sini. Karena niat awal adalah pergi dengan budget yang murah, maka untuk tempat tinggal di Singapore aku memesan tempat tidur bukan kamar hehe di b88 hostel. Yang pasti singkatnya proses check in normal saja, cuma aku melihat lobby yang berantakan karena penuh koper punya orang yang tinggal di hostel tsb, dan setelah aku diantar ke kamar di mana tempat tidur yg aku pesan sudah tersedia, begithu membuka pintu kamar yang nampak adalah kamar sempit yang penuh dengan koper, tapi untung nya AC yang ada terasa dingin.

Nah dari gambaran sekilas di atas seperti yang aku sampaikan, aku menarik beberapa kesimpulan yang menjadi opini aku pribadi, dan mungkin ada juga yang tidak setuju, itu hal yang wajar.
Begini:

Salut banget buat orang2 yang bisa melakukan travelling dengan cara backpacker

Andai ke depan nya aku harus memesan kamar ala backpacker, yang pasti aku harus pergi dengan beberapa orang sesuai dengan tempat tidur yang ada di kamar hostel

Membutuhkan toleransi yang sangat besar atau mungkin sifat cuek sedikit terhadap apa yang ada di sekitar tempat tidur kita.

Positifnya, kita bisa mudah mengenal orang yang ada di kamar bersama kita, dan berbagi pengalaman selama mereka melakukan travelling.

Baturaden, Kabupaten Banyumas

Standard

Setiap aku bertanya kepada teman2 dan bahkan search di google, obyek wisata apa yang dekat dengan Purwokerto atau Kabupaten Banyumas, selalu jawaban nya sama, yaitu : Baturaden. Dan kalau aku tanya lebih dalam, ada apa di sana, sebagian malah menjawab tidak ada apa apa.

Tapi daripada penasaran akhirnya aku memutuskan untuk menghabiskan week end di Baturaden. Kendala awal adalah saat aku harus menentukan hotel dimana nantinya harus tinggal, karena minimnya informasi. Maka aku putuskan untuk membaca komentar traveler lain yang ada di Agoda dan Trip Advisor sebagai referensi. Akhirnya aku putuskan untuk menginap di Green Valley Hotel, hotel cukup bersih cuma sayang nya jauh dari tempat wisata dan view nya tidak special.

Airport di Tanjung Pinang

Standard

20131222-102606.jpg

Judul yang aku buat sengaja seperti di atas, karena ini akan memudahkan traveller untuk search di google atau manapun, jika pengen tahu nama bandara di Tanjung Pinang.
Sebenarnya bandara ini bernama Raja Haji Fasibilillah Airport, berada di dekat Hotel Aston yang dikenal dengan daerah Batu Sebelas. Bandara yang dulunya lebih dikenal dengan Kijang Airport dan baru di tahun 2008 berubah namanya. Nama yang diambil dari nama pahlawan nasional yg lahir di Riau.

Bandara baru beroperasi dengan design standard bandara umumnya sekarang di Indonesia, secara sekilas nampak sama dengan bandara di Berau, tidak terlalu besar tapi dari sisi kebersihan sangat terjaga. Terlihat sampai toilet nya juga bersih dengan kelengkapan yang terawat. Melayani juga rute internasional, karena sudah dibedakan gate nya. Ada 3 airlines dari Jakarta yg mendarat di Bandara ini, di antara nya: Garuda, Sriwijaya dan Lion.

Bandara Kualanamu

Standard

Bandara Kualanamu makin bebenah, ini kali kedua aku mendarat di bandara Kualanamu. Meskipun kesan pemugaran masih ada di sana sini, tapi yang pasti sementara dari kacamata aku, bandara ini akan menjadi bandara yg lebih modern dibanding bandara lain yang ada di Indonesia.
image

Gate bandara dari no 1 sampai 12, denganfasilitas kursi tunggu yang memadai. Untuk lounge nantinya akan ada blue sky, garuda executive lounge dan ada lain nya yang menyusul buka. Untuk stall makanan yang beraneka ragam, meskipun dari sisi harga masih terasa mahal, seperti misalnya Wayang Indonesian Cuisine, Wak Noer Corner, Pempek palembang, Singgalang Jaya masakan padang, Old Town White Coffee dan beberapa stall yang lain. Dan yang akan menyusul buka, buat para penggemar kopi bisa nongkrong di Starbucks, Dante’s dan Excelso.

Selain makanan, ada beberapa toko oleh2 yang sudah buka dan merchant2 pakaian seperti nautica, cotton on, batik keris. Sehingga sambil menunggu keberangkatan pesawat, penumpang masih bisa memanfaatkan waktu buat berbelanja.

Design counter Check in yang sudah mengikuti pola bandara internasional, semakin menambah kenyamanan para penumpang untuk melakukan check in

Salah satu fasilitas yang membuat bandara kualanamu makin Ok adalah adanya ARS alias Airport Railink Service, di mana kereta ini sebagai penghubung Kualanamu ke Medan begithu juga sebaliknya. Fasilitas yg sangat bersih dan pelayanan yang baik dari pekerjanya memberikan nilai plus. Meskipun boleh dibilang harga tidak terlalu murah, yaitu 80.000 per trip, tapi untuk ketepatan waktu dijamin.
image

So…selamat menikmati Bandara Kualanamu, jika kalian main ke Medan…