Monthly Archives: June 2014

Ora Beach, Maluku

Standard

Excited…itu yang bisa aku rasakan, akhirnya hari keberangkatan ke tempat wisata ini datang juga. Meskipun badan masih terasa sedikit capek karena habis perjalanan dari Batam pukul 15.00 dan jam 24.00 aku sudah ada lagi di bandara Soeta.
image
Dengan menggunakan pesawat Lion aku akan menuju kota Ambon terlebih dahulu. Tepat pukul 01.30 dini hari, pesawat berangkat. Perjalanan sekitar 3,5 jam aku manfaatkan buat istirahat. Beda waktu antara Jakarta dan Ambon adalah 2 jam, sehingga tepat pukul 07.00 aku mendarat di Bandara Pattimura.
image

Setelah mengambil bagasi, dari bandara perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Tulehu, kurang lebih satu jam. Selama perjalanan ke pelabuhan, kiri kanan banyak pegunungan yang kita lihat. Pukul 08.50 aku sampai di Tulehu, segera bergegas masuk ke dalam ferry Cantika Torpedo yang akan membawa aku menuju ke Masohi. Karena waktunya mepet, jadi sarapan dilakukan di ferry, menu nasi kuning pilihan nya.
image

Perjalanan ke Masohi kurang lebih selama 2 jam, kapal ferry bergerak sedikit lambat menuju ke laut lepas, ombak di bulan Juni mulai ada sehingga ferry nya rada goyang. Lanjutan perjalanan ini aku gunakan untuk menambah waktu tidur ku.
image

Sekitar pukul 11.25 kapal ferry merapat di pelabuhan Amahai, Masohi. Di sini udah siap mobil yang menjemput aku dan rombongan menuju ke Desa Saleman. Tapi berhubung sudah jam makan siang maka aku diajak untuk mampir makan di RM Seafood Julia, sajian ikan dengan berbagai olahan seperti bakar, kuah atau goreng sudah tersaji di meja, ditambah menu seafood lain nya seperti udang dan cumi.
image
image
Selesai makan siang, aku mampir ke mini market di seberang rumah makan untuk membeli beberapa keperluan dan sedikit menambah snack, karena di Eco Resort tidak ada toko sama sekali.
Beres semuanya, perjalanan darat segera aku jalani, menurut keterangan dari guide setempat, waktu yg diperlukan sekitar2,5 jam. Sepanjang perjalanan kita kembali disuguhi pemandangan perbukitan, sungai besar dan bahkan lembah yang indah. Jalanan yang dilewati cukup bagus meskipun sesekali kita bertemu dengan jalan bekas longsor yang sedang diperbaiki, hanya pada saat akan mencapai negeri Saleman, jalanan tidak beraspal dan karena bekas hujan, sehingga rada was was juga, untung nya sopir yg membawa aku sudah berpengalaman.
Sebelum sampai tujuan, mobil berhenti di sebuah tempat di namai Pintu Angin, di sini aku diberi kesempatan untuk mengambil foto dan sekaligus berfoto dengan background Ora Beach dr ketinggian.
image

Puas mengambil beberapa foto, ternyata hujan datang meskipun matahari sebenarnya masih ada, bergegas aku masuk mobil dan melanjutkan lagi perjalanan.
Tak berapa lama, mobil memasuki area negeri saleman dan langsung menuju dermaga kecil yang akan menghubungkan negeri saleman dengan Ora Eco Resort.
image

Sambil menunggu hujan reda, aku dan rombongan berteduh di pondok dekat dermaga, gerimis tidak menyurutkan kegembiraan kami, apalagi setelah mendapat keterangan dari Mas Adi, guide selama perjalanan yg mengatakan, kalau biasanya sehabis gerimis akan muncul pelangi, dan omongan tersebut benar, karena saat gerimis berhenti, aku bisa melihat pelangi. Thx God buat kesempatan melihat keindahan Ciptaan Mu.
Okay, lets go. Aku naik ke longboat untuk menuju Resort tempat menginap selama 2 malam. Sebuah bangunan di atas air yang sangat unik dan berkonsep alam, akan aku tinggali selama di sini.
Begithu sampai, aku hanya bisa berdecak kagum, karena melihat aslinya resort ini dan bening nya air laut di bawah penginapan nya. Segera aku mendengarkan briefing mengenai acara selama di sini dan pembagian kamar.
image

Sampai di kamar aku meletakkan semua barang bawaan dan melihat semua sudut kamar, konsep bangunan yang alami tp sudah dipadukan dengan sesuatu yang modern, dan setiap kamar mempunyai jendela yang besar di mana menghadap ke laut lepas, konsep kamar mandi yang sedikit terbuka. Bergegas aku berganti pakaian, persiapan untuk berenang dan bermain air, sekaligus mencoba kamera air yang baru kubeli menjelang ke sini. Keluar dari kamar sebelum menuju tempat turun untuk ber snorkling, aku melewati tempat makan dan terlihat teman2 satu rombongan sedang berkumpul, ternyata mereka sedang menikmati snack yang sudah disiapkan, aku tak ketinggalan mencicipi pisang goreng, kue donat dan menikmati secangkir teh, tak berhenti ocehan mereka mengenai perjalanan panjang yang sudah dilewati dan akhirnya sampai di sini.
Banyak yang dilakukan di pantai Ora, seperti yang aku lakukan sore ini, sekedar bermain air di bibir pantai, snorkling sambil mengambil beberapa gambar dari coral dan ikan, naik kano di sekeliling eco resort bahkan dengan hanya duduk santai kita sudah bisa menikmati kebeningan air laut yang menyuguhkan keindahan dalam lautnya.
image
image
image

Tak terasa hari mulai gelap, sayang sore ini rada mendung sehingga cahaya sunset tidak sempurna, aku beranjak ke kamar untuk bersiap menyantap makan malam yang sudah disediakan oleh pihak resort.
Selesai makan, briefing sebentar dan mata serta badan mengisyaratkan untuk istirahat, mengingat besok masih banyak aktifitas yang akan dilakukan.

Bangun pagi, membuka jendela kamar, aku masih bisa melihat bulan yang akan menghilang karena berganti pagi. Pemadangan coral di kebeningan Ora semakin indah di pagi hari. Sambil menunggu waktu sarapan aku mengambil beberapa foto di area belakang resort. Setelah sarapan, aku dan rombongan segera menuju ke dermaga, speedboat sudah siap mengantar ke Pulau Tujuh. Dari namanya sudah bisa ditebak kalau pulau yg ada berjumlah tujuh, tapi itu dulu. Sekarang pulau nya sisa enam karena salah satu pulau nya tenggelam.
image

Perjalanan sekitar 45 menit melalui laut lepas, speedboat bergerak melambat, ternyata kegiatan di awal adalah snorkling. Terumbu karang yang kita lihat lebih bagus lagi dan guide mengingatkan kepada semuanya untuk tidak menginjak terumbu karang. Snorkling selama satu jam tidak terasa sama sekali, tetapi perjalanan harus dilanjutkan.
image

Tujuan selanjutnya adalah sebuah pantai di salah satu Pulau Tujuh, pantai yang berada di pulau tidak berpenghuni mempunyai pasir putih yang halus dan gradasi warna yang indah, jika ombak datang nampak deburan nya sedikit berwarna merah muda, bermain air sambil mengambil beberapa foto dilakukan di sini sampai makan siang tiba. Bekal yang sudah dibawa sejak berangkat dibuka di sini. Menu ikan goreng, sayur kacang dan sambal sangat menggugah selera sehabis melakukan aktifitas yang cukup menguras tenaga.
image

Selesai menghabiskan makan siang perjalanan kita lanjutkan kembali. Menuju sebuah tebing yang tinggi dan bebatuan kecil di sisinya, tempat ini dinamakan Hatukanita, awalnya aku juga kurang tahu apa yang akan kita lakukan lagi di sini, oh ternyata sesi pemotretan dengan menaiki kano serta latar belakang tebing, secara bergantian seluruh peserta dalam rombongan diambil beberapa gambarnya, memang sebuah perpaduan yang indah dari hasil foto yang didapat, sementara menunggu giliran, aku mengambil beberapa foto tebing dengan bebatuan yang kokoh.
image

Sesi foto berakhir, speedboat bergerak kembali tetapi tidak terlalu cepat dan hanya sedikit berbelok di belakang tebing, dari kejauhan nampak semacam joglo di atas air, tujuan kita ke sana. Speedboat merapat dan semua turun ke dalam air yang tidak terlalu dalam, menuju sebuah goa yang ada di tebing, Goa Kelelawar. Lobang goa adalah kikisan ombak tanpa ada campur tangan manusia, sungguh menakjubkan, aku masuk sampai ke dalam ujung goa, dan melihat ke atas. Nampak banyak kelelawar beterbangan di dinding batu tebing dan samar terdengar suara nya yang seperti anak kecil sedang menjerit.
image

Kegiatan hari ini masih dilanjutkan dengan melakukan trecking di suatu pulau yang diberi nama Hatu Holo, awalnya ketika melihat ketinggian yang akan ditempuh sebagian peserta rombongan berpikir pikir untuk ikut, tapi akhirnya memutuskan untuk mencoba mendaki semuanya, cukup melelahkan juga sampai semua mandi keringat, tetapi dengan semangat karena penasaran akan apa yang akan kita lihat, akhirnya sampai juga di atas puncak bukit. Wow…sungguh indah itu yang terdengar dari salah satu teman yang sudah sampai duluan. Dari ketinggian ini, terlihat sebuah pulau kecil di tengah laut lepas dan deburan ombak di sekeliling nya memberikan suguhan pemandangan yang membuat kita lupa akan rute yang telah kita jalani tadi.
image

Saat nya turun dari ketinggian, tidak terlalu sulit dibanding saat naik tadi. Semua mendapat angin segar karena diberi tahu bahwa sesampainya di bawah sudah disiapkan kelapa muda yang dipetik langsung dari pohon yang ada di pulau tersebut, segar sekali air buah kelapa asli. Menikmatinya sambil bercanda dengan anak anak kecil yang tinggal di pulau tersebut. Berikutnya satu tujuan lagi sebagai penutup kita di ajak ke mata air belanda, di mana mata air yang merupakan air tawar berasal dari gunung dan bertemu dengan air laut di bibir pantai. Begithu sampai, semuanya berlari ke arah air tawar karena ingin membasuh seluruh badan yang sudah seharian terkena air laut dan keringat. Mata air ini dingin sekali airnya dan sangat nyaman, di samping berendam, kita juga bermain air melepas semua kelelahan atas perjalanan sepanjang hari ini
image

Tak terasa hari sudah mulai gelap, saat nya kembali ke Resort. Yang terbayang adalah keindahan yang telah kita dapat dan perut sudah mulai keroncongan karena juga sudah hampir waktunya makan malam. Selepas makan malam, segera istirahat, mengingat besok pagi kita sudah harus balik pulang dengan membawa kenangan yang indah tentang sebuah resort yang berada di teluk dengan kebeningan air yang tiada tara. I love Ora Beach

Advertisements

Phnom Penh, Cambodia

Standard

Alooo temen temen travellers, kali ini aku ngin berbagi pengalaman jalan2 ke Cambodia atau dikenal di negara kita dengan sebutan Kamboja, yang ibukota nya akan aku jelajahi yaitu Phnom Penh.
Tanpa ada rencana sebelumnya dan persiapan hanya berbekal dari apa yang aku baca di internet, maka aku memutuskan untuk pergi ke sini. Yuk ikutin perjalanan aku kali ini

Berhubung alasan pergi dengan tiket murah, maka aku berangkat dengan Tiger Air, dari Bandung dan transit di Singapore.

Selasa, 27 Mei 2014
Alarm aku bunyi tepat pukul 05.00, segera bergegas mandi karena hari ini aku memulai petualangan menuju sebuah negara yang benar benar baru pertama kali aku kunjungi, dan yang pasti ada perasaan excited dan sedikit bingung. Setelah berkemas dan memastikan semua tidak ada yang ketinggalan, aku berangkat ke Stasiun Gambir, karena harus ke Bandung dulu dengan kereta api jam 07.25. Sudah terbayang di awal, aku bakal meneruskan tidur di kereta selama 3 jam. Dan kenyataan nya benar, saat aku terbangun kereta Argo Parahyangan yang aku tumpangi sudah hampir sampai di Stasiun Bandung. Aku melirik ke jam tangan,10.40 ketika kereta berhenti, syukurlah tidak molor, keluar dari stasiun aku mencari taxi untuk tujuan Bandara Husein Satranegara. Masih banyak waktu karena pesawat transit ke Singapore pukul 13.15
Sampai di bandara aku melakukan check in dan langsung melewati imigrasi dan menyempatkan makan siang sambil menunggu waktu boarding.
Tak terasa pengumuman boarding ke Singapore sudah terdengar, saat nya matiin semua gadget dan lanjut tidur lagi hehe…

…..karena hanya transit dan Singapore sudah sering dikunjungi temen2 traveler jadi nggak aku ceritain lagi, tapi kalau ada waktu baca tulisan aku yang judulnya “Backpacker”

Rabu, 28 Mei 2014
Bangun rada siang karena ngumpulin tenaga extra buat perjalanan hari ini, setelah menyantap makan siang di QQ Noodle di Bugis area segera aku naik MRT ke Changi Airport.
Boarding dari Singapore ke Phnom Penh sekitar pukul 13.00, perjalanan selama di pesawat hanya sekitar 1,5 jam.
image

Pengumuman dari awak pesawat Tiger Air terdengar, aku akan segera landing di Bandara International Phnom Penh. Begitu mendarat aku segera keluar dari pesawat dan yang aku rasakan pertama adalah cuaca yang sangat panas. Keluar dari bandara yang tidak terlalu besar, sudah berjajar counter2 yang menawarkan simcard telepon, oiya pilih Smart aja, karena signal selama di Kamboja cukup bagus. Segera setelah urusan simcard selesai, aku menukar sebagian dollar yang pecahan kecil dan langsung mencari taxi counter. Tarif taxi dari bandara ke kota pukul rata sama $12. Perjalanan sekitar 40 menit, aku sampai di hotel dimana aku tinggal selama dua malam, letaknya cukup di kota dan kawasan nya rame namanya Queen Grand Boutique Hotel.
image

Setelah melakukan check in dan taruh barang di kamar, segera aku turun kembali untuk mencari informasi dengan meminta brosur kepada receptionist. Dengan berbekal dari informasi internet dan aku cocokin dengan pembicaraan disana, ternyata tidak berbeda jauh. Dan tidak terlalu sulit untuk mengunjungi tempat wisata di Phnom Penh, tetapi berhubung waktu ku terbatas maka city tour yang aku pilih untuk besok seharian.
Sore ini aku manfaatkan untuk berkeliling seputar hotel dengan berjalan kaki, sambil melihat aktifitas warga Phnom Penh, ternyata hanya beberapa meter aku berjalan keluar terlihat sebuah taman besar, dan di sana banyak penduduk lokal melakukan kegiatan olah raga seperti di Monas Jakarta, ada yang hanya sekedar lari sore, aerobic rame rame dan lagi mainan dengan anak anak nya.
Tidak terasa setelah berjalan beberapa lama, langit mulai gelap. Aku berpikir mau balik hotel juga nanggung, jadinya aku memutuskan untuk mencari makan malam sekalian, aku menemukan alamat sebuah tempat makan yang disarankan oleh salah satu blog yang pernah aku baca dan kebetulan dilihat dari alamatnya tidak terlalu jauh dari alamat hotel aku. Nama tempat makannya THE SHOP, merupakan tempat makan yang juga menjual chocolate dan makanan ala eropa yang sudah dimodifikasi dengan bumbu kamboja. Cukup dengan GPS aku bisa menemukan tempat makan nya, kesan pertama dari luar cafe resto ini cukup nyaman, dan setelah aku masuk semakin aku bisa merasakan suasana rumahan dari tempat nya. Makanan yang aku pesan hasil rekomendasi dari waiter yang melayani aku, taste makanan nya enak dan harga cukup worth it dengan apa yang disajikan, tapi yang pasti tidak terlalu mahal.
image

Selesai makan malam, aku melanjutkan jalan jalan sambil menurunkan makanan yang tadi aku santap. Dari peta yang aku lihat, ada beberapa monumen yang di sekitar lokasi. Tujuan terdekat nya adalah Monumen Norodom Sihanouk, monumen ini berada di sebuah taman yang memanjang dan di malam hari nampak terang dengan lampu warna kuning yang mengelilingi semua bagian sudut monumen, dan semakin nampak gemerlap karena justru kota Phnom Pen rada gelap di malam hari.
image

Tak jauh dari monumen Norodom Sihanouk, ada satu monumen lagi yang nampak terang juga dan refleksi cahaya lampu yang mengelilingi monumen yang hampir mirip candi, aku lihat justru lebih indah dibandingkan monumen sebelum nya. Ternyata setelah aku cocokan dengan peta di tangan, yang aku lihat sekarang adalah Independence Monument atau Monumen Kemerdekaan negara Kamboja.
image

Setelah puas mengambil beberapa foto, aku memutuskan untuk kembali ke hotel, karena selain hari sudah cukup malam, aku juga ingat besok harus bangun sedikit lebih pagi karena seharian akan mengelilingi kota Phnom Penh. Sampai di hotel, aku mandi dan beranjak ke tempat tidur, merasakan empuknya ranjang dan zzzzz…..

29 Mei 2014
Seperti biasa wake up call dari reception membangunkan aku, tidak berselang lama alarm aku juga bunyi. Bersiap untuk city tour hari ini, aku mempersiapkan semua perlengkapan yang akan aku bawa, karena start setelah sarapan di hotel, aku nanti bakal balik di malam hari.
Transportasi yang aku gunakan kali ini adalah taxi bukan nya tuk tuk, dengan membayar $55, aku akan diantar ke beberapa tempat utama di kota yang memang hal wajib yang harus dikunjungi saat kita di Phnom Penh. Sebenarnya kalau kita menggunakan Tuk Tuk (tranportasi tradisional di sini) biaya nya akan lebih murah, karena mengingat cuaca yang panas dan bakalan sampai malam, jadi ya sudahlah Taxi saja hehe….

Yukkkk…sopir taxi nya sudah siap di lobby saat aku menyelesaikan sarapan, setelah berbasa basi salam perkenalan, aku segera memulai perjalanan, sepanjang perjalanan sopir taxi yang benama neil menceritakan apa yang dia tahu tentang kota ini, aku mendengarkan sambil sesekali memberikan komentar, jangan kuatir guidenya lancar berbahasa inggris. Lebih kurang 30 menit aku sampai di tujuan wisata yang pertama yaitu : Choeung Ek Genocidal Center, yang lebih dikenal dengan The Killing Field. Berfoto sebentar di depan pintu masuk, aku menuju loket tiket, dengan membayar $6,5 aku boleh berkeliling ke semua area dan mendapat pinjaman headphone dan guide elektronik yang dengan mudah untuk dioperasikan dengan cara kita menekan tombol angka sesuai pemberhentian kita yang mencantumkan angka. Jika kita pencet angka yang benar, maka kita akan mendengarkan cerita yang berkenaan dengan lokasi tersebut. Memasuki area ini langsung kita bisa melihat monumen yang berupa Stupa Budha, di dalam nya ada bagian yang terbuat dari acrylic diisi dengan lebih 5000 kepala tengkorak manusia. Aku menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk berkeliling ke seluruh area bersejarah ini, banyak yang bisa dilihat seperti misalnya lokasi pembuangan mayat, bekas pakaian tahanan yang dibunuh, the killing tree, magic tree dan berakhir di museum nya.
image

Perjalanan aku lanjutkan lagi menuju satu tempat yang tidak kalah menyedihkan dibanding cerita The Killing Field, perjalanan sekitar 40 menit untuk sampai di lokasi wisata yang namanya Tuol Sleng Genocide Museum, sebenarnya tempat ini awalnya adalah sekolah SMA yang dikenal dengan nama Chao Ponhea Yat High School, yang dirubah menjadi penjara oleh pasukan Khmer.
Masuk ke sini cukup membayar sebesar $2, yang kita dapati adalah suasana mencekam meskipun hanya merupakan gedung sekolah, semakin masuk ke dalam kita bisa membayangkan orang tak berdosa yang dijadikan tahanan diperlakukan seperti layaknya binatang. Aku menjelajah ke dalam dan yang aku temui pertama adalah area makam di depan gedung sekolah,masuk ke dalam gedung sekolah ada banyak kelas yang isi setiap kelas berbeda beda, ada yang hanya ranjang dengan alat pasung besi, ada yang satu kelas disekat menjadi banyak ruang ukuran 1m x 1m, ada ruang penyiksaan dengan alat yg dibuat oleh pasukan Khmer. Masuk ke area tersebut lebih dalam aku melihat tiang gantungan yang digunakan untuk menggantung tahanan yang melawan, oiya di depan gedung sekolah juga dipasang kawat berduri. Aku juga melihat angka ditulis di dinding, ternyata itu ditulis dengan darah tahanan yang menghitung sisa hari hidup mereka di tahanan. Kurang lebih sejam juga waktu yang aku habiskan untuk mengelilingi museum ini
image

Matahari tepat di atas kepala aku, Phnom Penh terasa semakin panas hari ini dan aku mulai merasa lapar hehe…bertemu sopir taxi dan ternyata ybs tahu waktu nya juga, dia menawarkan aku untuk makan siang dan aku iya kan langsung. Aku minta diantar ke tempat makan yang menyediakan makanan khas Kamboja. Khmer Booloom Restaurant menjadi pilihan nya, dan ternyata pilihan yang tepat. Aku memesan Green Papaya Salad sebagai pembuka dan Amok Fish with rice untuk main course nya. Sekedar info buat temen2 traveler, Amok Fish ini harus dicoba saat kalian berkunjung ke negara ini
image

Sedikit rada kekenyangan karena porsi makanan yang cukup besar untuk ukuran satu orang. Aku sudah siap lagi untuk melanjutkan perjalanan, setelah melihat dua lokasi yang sedikit mengenaskan, sekarang aku diantar ke pasar yang terkenal di sini, ada 2 pasar yang namanya Russian Market dan Central Market, tapi aku memutuskan ke Central Market, karena Russian Market kondisi pasarnya rada pendek plafon nya dan panas, sedangkan barang yang dijual juga sama. Masuk ke Central Market, sedikit mengingatkan aku suasana pasar grosir di Bangkok, tapi bedanya di sini tidak terlalu ramai. Barang yang dijual di sini beraneka ragam, untuk yang tepat di tengah semua nya menjual perhiasan emas atau silver, di sisi lain nya ada yang jual pakaian, bunga, peralatan rumah tangga dan souvenir. Jangan lupa, kalau belanja di sini harus nawar seminim mungkin ya. bisa coba sampai 60 persen di bawah harga yang penjual tawarkan. Aku membeli beberapa souvenir, tidak lupa aku mencari lonceng kecil yang selalu aku beli setiap aku jalan2 ke manapun itu.
image

Puas berbelanja aku melanjutkan perjalanan lagi ke lokasi wisata yang menjadi keharusan juga saat ke Kamboja, yaitu Royal Palace. Bangunan megah yang sudah aku lihat saat kemarin sampai di negara ini, terlintasi dalam perjalanan dari bandara ke hotel. Lokasi Royal Palace memang berada di tengah kota Phnom Penh, dengan membayar tiket masuk sebesar $6,5 kita bisa berkeliling sepuasnya dan menjelajah ke semua bangunan yang ada di sini. Sebagai gambaran saja, ketika aku masuk ke dalam harus melalui jalan setapak yang di samping ada taman tertata rapi, begitu sampai di pintu masuk, langsung kita bisa melihat area terbuka dan luas dengan beberapa bangunan yang berwarna keemasan. Masing masing bangunan mempunyai detail yang berbeda beda tapi konsepnya semua menunjukkan kesan elegant dan mewah.
image

Aku berjalan berkeliling dan sampai ke sisi area yang dipisahkan oleh tembok, jadi seakan akan Royal Palace ini terbagi menjadi dua bagian area yang terpisah. Kita bisa menemukan peta yang menunjukkan masing2 bagian bangunan, dan di bagian ini aku menemukan bangunan yang terkenal dengan nama Silver Pagoda, dan tanpa sengaja aku juga menemukan miniatur dari Angkor Wat Siam Reap.
image

Hampir satu jam setengah aku berada di dalam Royal Palace dan melihat jam tangan aku menunjukkan pukul 16.30. Saat nya aku harus keluar menemui sopir taxinya dan segera minta di antar ke dermaga untuk mengikuti river cruise untuk melihat sunset di kota Phnom Penh….
Penasaran dengan sunset nya, silakan baca di tulisan aku selanjut nya….