Monthly Archives: April 2014

Obyek Wisata Biduk Biduk, Berau

Standard

Matahari pagi masuk melewati jendela kamar hotel tempat aku menginap ketika alarm jam berbunyi, segera aku bersiap. Hari ini aku sudah menyewa speedboat untuk melihat obyek wisata yang ada di kecamatan Biduk Biduk, kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Sebelum berangkat aku menikmati sarapan yang sudah disediakan, nasi kuning dengan ikan bumbu balado, telor dan gorengan tempe tahu. Selesai menghabiskan makanan di piring aku segera berangkat, dengan mengendarai mobil menuju Teluk Sulaiman, di mana kapal speedboat yang akan aku tumpangi, memulai perjalanan nya dari situ.
Sampai di Teluk Sulaiman, aku segera menelpon pemilik kapal dan memberitahukan aku sudah siap untuk berpetualangan. Sambil menunggu kapal datang, aku mengambil beberapa foto dan memperhatikan kejernihan dasar air di mana nampak ratusan ikan kecil yang berenang di permukaan dan beberapa ikan besar di bawah nya. Sesuatu yang unik terjadi, ratusan ikan kecil sesekali seperti beterbangan di permukaan air karena menghindar dari kejaran ikan besar yang mau menjadikan mereka santapan.
image

Tak lama berselang terdengar suara speedboat mendekat ke arah dermaga, pengemudi kapal yang bernama Ipin menyapa aku, berbicara sejenak ybs menjelaskan rute yang akan ditempuh, dan aku hanya mengiyakan karena yang terpenting semua obyek wisata di sana aku kunjungi. Speedboat berjalan lambat terlebih dahulu karena air masih dangkal dan tujuan pertama adalah ke Teluk Sigending, teluk yang airnya sangat tenang, di mana kanan kiri nya terdapat hutan bakau, dan sepanjang kita melewati teluk ini kita bisa melihat berbagai tumbuhan laut dan karang karang kecil, bahkan sesekali kita melihat penyu berukuran besar melintas di samping speedboat.
image

Speedboat mulai bergerak lebih cepat ketika sampai pada perairan yang lebih dalam, aku tak bosan bosan nya melihat kiri kanan pulau yang dilewati, tak berapa lama Ipin memperlambat jalan nya speedboat, dia meneriaki aku untuk melihat pulau di sebelah kanan, oh ternyata, ybs menunjuk ke arah pohon yang daun nya bewarna merah bercampu kuning di antara beberapa pohon yang berdaun hijau, dijelaskan juga bahwa tiap periode waktu pohon tersebut daun nya berubah warna. Aku berdecak kagum, karena memang unik juga.
image

Aku mengambil gambar lagi dan hanya dalam waktu sekitar satu jam sudah mendapatkan puluhan foto. Perjalanan dilanjutkan menuju Teluk Sumbang, tidak terlalu jauh juga dr tempat sebelum nya, speedboat merapat di sebuah pulau kecil. Ipin menambatkan kapal di pinggiran pantai, dan mengajak aku masuk ke dalam pepohonan di teluk ini, ternyata di lokasi ini kita bisa menemukan air terjun yang cukup unik dengan nama Air Terjun Bidadari. Begitu melihat air terjun nya, aku hanya bisa terdiam sejenak karena tidak menyangka akan keindahan nya, tahu tahu Ipin memanggil aku untuk mengikuti langkah dia, dengan sigap mendaki tanjakan di samping air terjun, beda dengan aku yang sedikit bersusah payah untuk mendaki karena sedikit licin. Aku sudah tidak menghiraukan percikan air yang membasahi seluruh badan, sampai akhirnya aku mencapai posisi di mana Ipin berdiri, di sela2 suara air dia menjelaskan kenapa dia mengajak aku berdiri di sana, ternyata…dari tempat tersebut aku bisa melihat warna pelangi yang berasal dari air terjun yang terkena sinar matahari, indah banget….
image

Puas menikmati keindahan Air Terjun Bidadari, aku melanjutkan perjalanan lagi menuju Pulau Kaniungan Besarspeed boat melaju dengan cepat. Kali ini menembus laut lepas, sehingga bisa aku rasakan ombak di lautan meskipun tidak terlalu besar. Kurang lebih 45 menit, aku sudah bisa melihat sebuah pulau yang menjadi tujuan. Pulau ini tidak berpenghuni, sehingga benar2 masih alami, syukurlah air masih belum surut benar, sehingga speedboat bisa merapat sampai bibir pantai. Begitu melihat pemandangan pantai di Pulau Ini, aku ingin segera berenang dan berjemur, seakan akan merupakan pulau pribadi, karena tidak ada orang lain yang aku temui.
image

Tidak terasa matahari sudah tepat di atas kepalaku, berarti tanpa melihat jam tangan pun, sudah tahu jam berapa sekarang? Di samping itu perut sudah keroncongan minta diisi, jadi sebelum aku melanjutkan ke tujuan berikutnya, bekal makanan yang sudah dibawa sejak berangkat tadi, saat nya dibuka dan disantap. Makan dulu yukkkk….
Perut udah kenyang, sekarang waktunya speedboat melanjutkan menembus laut lepas yang berikutnya dengan tujuan, Pulau Kaniungan Kecil, sesuai dengan namanya pulau ini ukuran nya lebih kecil dibanding pulau sebelumnya, dari kejauhan yg nampak adalah kilau butiran pasir yang tertepa sinar matahari mengelilingi pulau.
Ternyata setelah aku sampai di pulau ini, keindahan yang ditawarkan tidak kalah bagusnya jika dibandingkan dengan pulau besar nya…
image

Advertisements

Labuhan Cermin

Standard

Alo temen2 traveler…kali ini aku berkesempatan ke Berau, sebuah perjalanan yang aku tunggu2 karena penasaran untuk melihat tempat wisata yang sedang jadi topik pembicaraan yaitu labuhan cermin.
Banyak cara untuk sampai ke Berau…bisa dari Surabaya maupun Jakarta, tapi yg pasti harus via Balikpapan. Dari Balikpapan, ada beberapa pilihan maskapai penerbangan di antara nya: Garuda Indonesia, Wings Air dan Kalstar.

Kali ini aku memilih keberangkatan dari Surabaya, berangkat pukul 1 siang dengan maskapai penerbangan Lion Air, transit di Balikpapan dan pindah ke Wings Air dengan jadwal 16.45 boarding nya. Beruntung hari ini semuanya tepat waktu tanpa delay, sehingga tepat pukul 18.15 aku sudah mendarat di Bandara Kalimarau, Berau. Bandaranya baru sekitar setahun beroperasi, bersih dan bagus.

Dari bandara aku mampir makan dulu sebelum check in hotel, pilihan untuk dinner adalah ikan bakar yang jadi andalan juga nih. Nama tempat makan nya Harmony.

image

Malam ini aku istirahat di Berau dengan menginap di Hotel Palmy, hotel yang boleh dibilang baru dan fasilitasnya Ok. Harga kamar sekitar 500 ribuan.

Bangun pagi, sarapan di sekitar hotel, karena ingin merasakan menu masakan lokal Berau. Setelah mengisi perut, aku start perjalanan menuju Labuhan Cermin. Perjalanan darat yang ditempuh dengan kondisi jalan yang cukup bagus, meskipun ada beberapa ruas jalan yang masih perlu perbaikan atau bekas longsor.

Menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam, aku sampai di desa Talisayan dan memutuskan untuk berhenti mengisi perut hehe…mulai keroncongan juga. Aku memilih RM di ujung jalan dengan nama RM Adinda…menyediakan menu makanan yg di goreng dan dibakar, yg jadi pilihan aku tetap Ikan.

Setelah puas mengisi perut dan siap buat melanjutkan perjalanan…maka mobil meluncur lagi. Sambil menikmati alunan musik yang diputar, aku menikmati pemandangan di sekitar yg dipenuhi dengan pohon sawit dan kadang benar2 masih hutan. Tak terasa 2 jam perjalanan aku tempuh dan sampailah aku di Biduk Biduk…Jam menunjukkan pukul 5.30 sore, aku langsung menuju hotel tempat aku menginap. Dari bekal informasi teman, aku memutuskan menginap di Hotel Mayangsari.

image

Oiya begithu sampai di hotel, tahu2 hujan turun…yang aku anggap ini hujan berkat meskipun dalam hati was2 karena takutnya besok cuaca tidak mendukung aku buat ke Labuhan Cermin.

Selesai check in dan segera mandi karena hari sudah mulai gelap. Sebelum masuk kamar, penjaga hotel yang bernama Mbak Nur, menawarkan untuk menyediakan makan malam, segera aku iya kan… Di samping sudah lapar dan di luar hujan, aku cari simple nya aja. Selesai mandi aku menuju meja makan, sudah tersedia sup kepala ikan, ikan putih bakar dan sambal, serta nggak ketinggalan nasi yang masih panas… sajian yang sempurna. Sambil menurunkan makanan aku duduk di teras, ternyata pemilik penginapan, Pak Haji Herman yang juga sebagai pengurus kelompok sadar wisata sedang ada di sana, jadinya kita ngobrol. Dari keterangan Pak Haji yang mengeluhkan Biduk2 kurang di promosikan dan kondisi masyarakat yang masih belum sadar wisata. Membuat aku makin tertarik dengan wisata di sini. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11…mata sudah mulai lelah dan badan mengajak bertemu ranjang…dan memang aku harus istirahat karena besok harus bangun rada pagi.
………

Aku terjaga di pagi hari, pertama karena terasa agak panas dan baru sadar kalau listrik di sini hanya ada mulai jam 6 sore sampai jam 6 pagi, kedua karena suara di luar sudah rada ramai. Segera aku membuka jendela kamar dan langsung tersenyum sendiri, karena langit cerah dan matahari sudah nampak. Segera aku mandi dan siap2 buat berangkat ke Labuhan Cermin
Dari hotel, aku naik mobil menuju jembatan yang merupakan dermaga juga, perjalanan hanya sekitar 15 menit untuk sampai dermaga. Dari sini kita naik kapal kecil dengan motor pendorong yang tidak terlalu besar untuk menyusuri sungai dan masuk ke lokasi labuhan cermin

image

Hanya sekitar 15 menit di kapal kita sudah mendapatkan pemandangan yang berbeda banget…aku langsung takjub dan tidak menyangka dengan apa yg selama ini aku baca danau yang air nya mempunyai dua rasa, sekarang sudah ada di depan mata aku.

image

Kapal memasuki area labuhan cermin dan berputar mengelilingi area itu, kecepatan nya mulai diperlambat sehingga aku makin terpesona karena jernihnya air sehingga kita bisa melihat ratusan ikan dan bebatuan di dalam air…benar2 indah.

image

Setelah berkeliling satu putaran, kapal bersandar di tempat yang memang sudah disediakan untuk kita turun dan meletakkan barang, dan bisa santai menikmati dingin nya air dan pemandangan sekitar yang sangat menakjubkan serta bermain kano yang sudah ada di sana. Aku sudah tidak sabar ingin segera berenang dan hanyut dalam kebeningan Labuhan Cermin.

image