Kupang

Standard

Alooo i am back…udah lama mau nukis lagi kok nggak sempat, mestinya disempatin ya hehe…sorry sorry nih.
Hari ini aku balik kunjungi kota Kupang dan sekitarnya sampai nantinya ke Atambua, untuk keberangkatan kali ini, aku naik Lion Air yang mesti transit dulu di Surabaya. Flight berangkat dari jakarta pukul 09.10, estimasi sampai di Kupang sore jam 14.35 waktu sana.
Untung pesawat tidak delay, dan setelah perjalanan sekitar 1 jam 10 menit, pesawat mendarat di Juanda Internasional Surabaya, transit selama kurang lebih 45 menit di sini untuk menaikkan penumpang dan mengisi bahan bakar.

Tepat sesuai dengan schedule, aku mendarat di kota Kupang. Mendarat di bandara Eltari, di mana bandaranya tidak terlalu besar, dan rada semrawut saat mengambil bagasi karena jalur koper cuma lurus saja. Oiya satu lagi, ruangan nya cukup sempit dan rada panas.

Aku menginap di Hotel TMore, dekat sekali dari bandara, tetapi cukup jauh dari kota. Untungnya dari hotel adalah layanan shuttle buat ke Hypermart dan Ramayana yang ada di Flobamora Mal. Tidak banyak perubahan dari Mal di Kupang ini. Abis jalan2 sebentar, aku menikmati wisata kuliner malam hari yang memang jadi kunjungan kebanyakan orang saat berada di Kota Kupang.

Pagi ini aku melakukan perjalanan dari Kupang ke Atambua, dengan menggunakan travel Timor. Berangkat pukul 11 siang dan sampai di Atambua pukul 18.30. Di Atambua aku menginap di hotel Matahari, hotel lokal yang saat ini terbaik di Atambua. Dengan tarif Rp. 500.000,- kita sudah mendapat kamar yang besar cukup nyaman.

Sehari di Atambua, perjalanan aku lanjutkan ke Kefamenanu arah balik ke Kupang sekalian, Hotel Livero yang jadi pilihan kali ini, menurut info yang ada, hotel ini yang terbaik di Kefa, aku memilih kamar standars single karena alasan satu ranjang besar, harga cuma Rp. 300.000,- tapi kondisi kamar tidak terlalu memuaskan, kaca jendela pecah hanya ditembel isolasi, saluran TV yang sangat minim, dan kamar kurang terawat. Pengalaman di Kefa yang cukup buat aku menghela napas adalah saat makan malam, aku mencoba makan di sebuah rumah makan chinese dengan tulisan di depan Stop. Makan Yuk. Harga makanan yang ditawarkan di luar kewajaran. Yang pasti selama aku makan 2 jam lamanya, tidak ada pengunjung lain yang datang. Sekedar info saja, nasi goreng tanpa apa2 cuma nasi digoreng ama dikasi cabe besar iris2 harganya 25 ribu, kalau yg special 50.000. Capjai goreng dengan sedikit daging harganya 60.000. So, kalau ada yang mau makan di sana, mikir mikir aja dulu, rasa makanan tdk special kok.

Sehari menginap di Kefa, aku melanjutkan perjalanan ke Soe, di sini tidak menginap karena aku mau mengunjungi Pantai Kolbano yang lokasinya di tengah2 antara soe dan Kupang. Jadi aku putuskan untuk menginap di Kupang, pilihan kali ini Swissbelinn Kristal, hotel lama yang berubah managemen by swissbel, tapi renovasi belum selesai, dan masi terkesan hotel lama. Perjalanan ku ke Daratan Kupang selesai kali ini, dan next destination is Bali…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s